Jika Anda pusing-pusing karena migrain, mungkin penyebabnya adalah makanan yang kurang tepat. Ahli gizi Fiona Hunter menjelaskan bahwa masalah ini bisa diatasi dengan diet yang tepat.
Sebagian besar pemicu serangan migrain adalah makanan tertentu, seperti anggur merah, kafein, keju, dan jeruk. Jenis makanan itu mengandung vaso-active amines yang dapat memperbesar pembuluh darah, sehingga menimbulkan migrain bagi beberapa orang.
Dalam banyak kasus, migrain disebabkan oleh reaksi zat kimia ini dibandingkan sebuah respon alergi. Namun, pada sebagian kecil penderita, pemicu utamanya adalah alergi makanan.
Kadangkala pemicu migrain juga berasal dari kombinasi berbagai faktor, seperti stres, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi) dan lapar, atau makanan tertentu. Untuk menghindarinya, British Migraine Association menyarankan untuk mencegah penurunan kadar gula darah saat jarak antara waktu makan berjauhan.
Makanlah sedikit demi sedikit, tapi sering. Hindari makanan yang manis, seperti cokelat. Sebagai gantinya, pilihlah sayuran dan buah-buahan. Selain itu ada baiknya mengonsumsi makanan kecil saat larut malam untuk mencegah serangan migrain pada pagi hari. Jangan terlambat sarapan.
Berikut beberapa catatan dari Alicia Hunter bagi para penderita migrain.
Harus Dihindari:
Minuman yang berasal dari anggur, seperti anggur merah, anggur port, sherry (jenis minuman angggur yang berasa manis), dan bir.
Teh, kopi, cola, cokelat.
Keju.
Jeruk dan jus buah.
Ekstrak ragi.
Kacang panjang, pisang, alpukat.
Sebagai Penggantinya:
Anggur putih.
Teh atau kopi yang tidak mengandung kafein dan teh herbal.
Keju lembut, yoghurt, dan fromage frais (keju yang terbuat dari susu kambing).
Apel dan pir.
Perlu Diperhatikan:
Membuat catatan jika serangan migrain dibarengi gejala lainnya atau jika kambuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
Jika serangan migrain berkaitan dengan menstruasi, hindari makanan yang menjadi penyebabnya seminggu sebelum masa menstruasi.
Jika Anda punya kebiasaan minum anggur merah, gantilah dengan yang bermutu tinggi. Penelitian membuktikan bahwa anggur merah yang sangat mahal dapat mengurangi serangan.
Bagi yang sering mengalami serangan migrain pada pagi hari, sebaiknya mengonsumsi makanan kecil sebelum tidur malam.
Senin, 09 Agustus 2010
# Diet untuk Mencegah Migrain
# Trik Hindari Gula Darah Rendah
HIPOGLIKEMIA atau kadar gula darah rendah merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa menjadi panduan Anda dalam mencegah hipoglikemia.
Awalnya, hipoglikemia ditandai dengan gejala-gejala seperti lemas, gemetaran, perubahan mood, insomnia, migrain dan sakit kepala, muka pucat, mudah marah, mual dan kelelahan. Gejala-gejala ini biasanya bisa diredakan dengan mengadopsi pola makan yang baik.
Cobalah berhenti merokok. Merokok merusak kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Kandungan nikotin rokok bisa meningkatkan produksi insulin dan menurunkan produksi hormon-hormon lain yang dikenal dengan glucagon. Glucagon disekresikan dalam hati sebagai respon terhadap kadar gula darah rendah. Glucagon berperan menstimulasi hati untuk melepaskan glukosa yang telah disimpan dalam hati sebagai glikogen. Jika merokok, tubuh Anda akan kesulitan mengatur kadarnya, karena bereaksi dengan nikotin.
Diet seimbang. Fokuskan diet Anda dengan mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah segar, sereal whole grain, daging rendah lemak, lemak dalam jumlah kecil dan perbanyak minum air.
Makan lebih sering dengan porsi kecil. Cara ini bisa membantu Anda menstabilkan gula darah. Cobalah makan atau mengonsumsi kudapan sehat dalam porsi kecil setiap 3 atau 4 jam sekali. Dengan begitu, kadar gula darah Anda tidak akan turun terlalu rendah. Tidak perlu cemas. Mengonsumsi 5 atau 6 kudapan kecil, dibandingkan 3 makan besar tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan sepanjang jumlah kalori yang Anda konsumsi tidak berubah.
Sediakan kudapan. Pastikan Anda mempunyai persediaan kudapan untuk dikonsumsi setiap beberapa jam sekali. Pilihlah makanan yang tidak kaya lemak dan gula. Pilihlah buah segar atau kering, kue atau biskuit yang terbuat dari tepung whole wheat atau oat merupakan kudapan sehat yang bisa menjadi pilihan Anda.
Hindari makanan bergula saat perut kosong. Kadar gula darah akan meningkat cepat jika Anda mengonsumsi makanan bergula saat perut dalam keadaan kosong. Peningkatan cepat ini menyebabkan tubuh mengeluarkan insulin dalam jumlah berlebih, yang akhirnya akan menyebabkan kadar gula Anda turun dengan cepat. Karena itu, pastikan mengonsumsi makanan bergula setelah mengonsumsi makanan yang kaya serat (makanan yang kaya sayur, whole grain atau kacang-kacangan). Serat mempunyai efek melindungi dan membantu memperlambat peningkatan kadar gula darah.
Hindari alkohol saat perut kosong. Alkohol mempunyai efek yang sama dengan makanan bergula. Jika hendak minum alkohol, pastikan setelah makan makanan yang mengandung serat.
Hindari minuman yang mengandung kafein. Kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, dan minuman berbahan dasar cola, serta cokelat panas akan menstimulasi pankreas untuk mensekresikan lebih banyak insulin. Hal ini akan memperparah sensitifitas gula dan gejala-gejala rendah gula.
Pertahankan berat badan ideal. Sangat penting untuk menjaga agar berat badan Anda normal, tidak naik atau turun drastis. Diet ketat yang sangat membatasi jumlah kalori justru bisa memicu hipoglikemia berulang.
Jagalah kesehatan tubuh dan pikiran. Tubuh dan pikiran yang sehat berisiko lebih rendah mengalami hipoglikemia. Cobalah menerapkan teknik relaksasi dan berolahragalah paling tidak 3 kali seminggu
# Usia Muda Kena DM
DIABETES tidak bisa disembuhkan,tetapi bisa dikendalikan. Perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi kunci utama. Fakta membeberkan, setiap 10 detik satu orang meninggal karena komplikasi diabetes dan dalam waktu bersamaan ditemukan dua penyandang diabetes baru.
Data lain menunjukkan, lebih dari 80 juta diabetesi (orang dengan diabetes) berada di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara. Di seluruh dunia, diabetes melitus (DM) membunuh lebih banyak manusia dibanding HIV/AIDS. Sedemikian besarnya angka kejadian dan kematian akibat penyakit terkait kadar gula darah itu.Sejak 2007,badan dunia PBB menjadikan 14 November sebagai Hari PBB untuk Diabetes (UN World Diabetes Day). Diabetes merupakan penyakit kronis noninfeksi dan tidak menular pertama yang diangkat PBB.
Sebelumnya, PBB hanya menetapkan Hari TBC,Malaria, dan HIV/AIDS, yang merupakan penyakit infeksi dan menular.Di Indonesia,Hari Diabetes Nasional diperingati lebih cepat,tepatnya 12 Juli lalu. Angka penyandang penyakit yang populer dengan sebutan kencing manis itu memang cukup fantastis, menempati urutan keempat terbesar di dunia.Pada 2006 ditemukan 14 juta diabetesi. Dari 50% yang sadar mengidapnya,hanya 30% yang rutin berobat.WHO memperkirakan, pada 2030 nanti sekitar 21,3 juta orang Indonesia terkena diabetes.
Ada empat kala atau tipe diabetes,yaitu tipe 1,tipe 2,tipe lain (disebabkan adanya penyakit atau faktor lain),dan DM pada kehamilan (gestasional). Diabetes tipe 1 bisa dialami sejak kanak-kanak atau remaja dan si penyandang harus mendapat asupan insulin rutin seumur hidup (baik melalui injeksi maupun inhalasi). Sementara itu,diabetes tipe 2 umumnya dialami orang dewasa dan tidak terkait insulin. Menurut Ketua Indonesian Diabetes Association (Persadia) Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FACE, DM tipe 2 merupakan yang terbanyak, yaitu sekitar 95% dari keseluruhan kasus DM.Selain faktor genetik, juga bisa dipicu oleh lingkungan yang menyebabkan perubahan gaya hidup tidak sehat,seperti makan berlebihan (berlemak dan kurang serat), kurang aktivitas fisik,stres.
”Kegemukan adalah faktor kunci terjadinya DM tipe 2. Aspek genetik memang tidak dapat dicegah, tapi gaya hidup bisa diubah,” ujar Sidartawan dalam presentasi yang disampaikan pada peringatan Hari Diabetes Nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. DM tipe 2 sebenarnya dapat dikendalikan atau dicegah terjadinya melalui gaya hidup sehat, seperti makanan sehat dan aktivitas fisik teratur. Namun, seiring perkembangan zaman, terjadi perubahan gaya hidup, seperti konsumsi menumenu junk food yang tinggi kolesterol serta malas bergerak akibat terlalu mengandalkan transportasi dan teknologi yang kian canggih.
DM tipe 2 biasanya ditemukan pada orang dewasa usia 40 tahun ke atas, sekarang menyerang di usia lebih muda.”Tahun lalu usia termuda 20 tahun, sekarang ada anak usia 8 tahun sudah terkena diabetes,” ungkap konsultan metabolik endokrin kelahiran Amsterdam itu. Upaya terbaik yang harus dilakukan adalah pencegahan dengan mendiagnosis prediabetes sejak dini.
Sebab, kalau sudah telanjur terkena, sangat sulit mengobatinya.Komplikasinya pun beragam, seperti kerusakan pembuluh darah dan saraf, infeksi (gangren kaki), gigi goyang atau tanggal,hipoglikemi (kadar gula darah terlalu rendah),impoten,penyakit jantung, stroke,hingga kebutaan. ”Jika sudah terkena diabetes, kadar gula harus dijaga dan dipertahankan sebaik mungkin. Selain berolahraga, pengaturan pola makan berperan penting,” tandas Business Development Manager Kalbe Nutritionals dr Iwan S Handoko. Bentuk penanganannya ada yang bersifat primer (mencegah jangan sampai menjadi diabetes), sekunder (jangan sampai terjadi komplikasi),dan tersier (jangan sampai terjadi kecacatan).
# Promosi dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
Kebijakan Nasional Penanggulangan PTM
Kerangka konsep pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular didasari oleh kerangka dasar blum, bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Kebijakan Pencegahan dan penanggulangan PTM ini ditujukan pada penyakit-penyakit yang mempunyai faktor resiko yang sama yaitu : jantung, stroke, hipertensi, diabetes militus, penyumbatan saluran napas kronis.
Tujuan
Memacu kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM untuk nmenurunkan kejadian penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat yang berada di semua tatanan.
Bagaimana caranya ?
Dengan cara menghilangkan atau mengurangi faktor resiko PTM dan memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. Departemen kesehatan, melalui Pusat promosi kesehatan memfokuskan pada :
Meningkatkan upaya kesehatan melalui promotif dan preventif baik Pusat maupun Propinsi dan Kabupaten.
Melakukan intervensi secara terpadu pada 3 faktor resiko yang utama yaitu : rokok, aktifitas fisik dan diet seimbang.
Melakukan jejaring pencegahan dan penanggulangan PTM.
Mencoba mempersiapkan strategi penanganan secara nasional dan daerah terhadap diet, aktivitas fisik, dan rokok.
Mengembangkan System Surveilans Perilaku Beresiko Terpadu (SSPBT) PTM.
Kampanye pencegahan dan penanggulangan PTM tingkat nasional maupun local spesifik.
Untuk di masa datang upaya pencegahan PTM akan sangat penting karena hal ini dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu dokok, diet seimbang dan aktivitas fisik. Pencegahan PTM perlu didukung oleh para semua pihak terutama para penentu kebijakan baik nasional maupun local. Tanpa itu semua akan menjadi sia-sia saja.
Sasaran
Penentu kebijakan baik di pusat maupun di daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
Penentu kebijakan pada sektor terkait baik di Pusat dan daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
Organisasi profesi yang ada.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sektor Swasta serta Masyarakat.
Landasan Hukum
Promosi dan Pencegahan PTM tentunya mengacu pada landasan hukum yang sudah ada secara Nasional yaitu :
Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan.
Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Struktur Organisasi dan tatalaksana Departemen Kesehatan RI.
Program Pembangunan Nasional (PROPENAS)
Sistem Kesehatan Nasional.
Surat Keputusan menteri Kesehatan tahun 1999 tentang Rencana Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 Depkes RI tahun 1999.
Global Strategy for The Prevention and Control of Non Communicable Diseasses (WHA 53 tahun 2000).
Megacountry Health Promotion Network Initiatives (Geneva, Desember 2002).
Kebijakan
Promosi dan pencegahan PTM dilakukan pada seluruh fase kehidupan, melalui pemberdayaan berbagai komponen di masyarakat seperti organisasi profesi, LSM, media Massa, dunia usaha/swasta.
Upaya promosi dan pencegahan PTM tersebut ditekankan pada masyarakat yang masih sehat (well being) dan masyarakat yang beresiko (at risk) dengan tidak melupakan masyarakat yang berpenyakit (deseased population) dan masyarakat yang menderita kecacatan dan memerlukan rehabilitasi (Rehabilitated population).
Penanggulangan PTM PTM mengutamakan pencegahan timbulnya faktor resiko utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, menu makanan seimbang dan tidak merokok.
Promosi dan pencegahan PTM juga dikembangkan melalui upaya-upaya yang mendorong/memfasilitasi diterbitkannya kebijakan public yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
Promosi dan Pencegahan PTM dilakukan melaui pengembangan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi termasuk dunia usaha dan swasta.
Promosi dan pencegahan PTM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam semua pelayanan kesehatan yang terkait dengan penanggulangan PTM.
Promosi dan pencegahan PTM perlu didukung oleh tenaga profesional melalui peningkatan kemampuan secara terus menerus (capacity building).
Promosi dan pencegahan PTM dikembangkan dengan menggunakan teknologi tepat guna sesuai dengan masalah, potensi dan social budaya untuk meningkatkan efektifitas intervensi yang dilakukan di bidang penanggulangan PTM.
Strategi
Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan (Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll) Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas fisik dan kesehatan lainnya yang mendukung.
Strategi promosi dan pencegahan PTM secara umum meliputi Advokasi, Bina suasana dan Pemberdayaan masyarakat. Di Tingkat Pusat lebih banyak dilakukan pada advokasi dan bina suasana. Sedangkan di tingkat kabupaten/Kota lebih ditekankan pada pemberdayaan masyarakat? 3 (tiga) strategi untuk semua hanya materinya beda. Ingat otonomi daerah, sosial budaya, local spesifik dsb.
Mendorong dan memfasilitasi adanya kebijakan public berwawasan kesehatan yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
Mendorong dan memfasilitasi berfungsinya jaringan kerjasama antar institusi penyelenggara promosi dan mitra potensi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.
Meningkatkan peran aktif tenaga promosi kesehatan di dalam upaya penanggulangan PTM secara komprehensif baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif di masing-masing institusi pelayanan.
Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan kesehatan mandiri masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemecahan masalah PTM yang dihadapi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungannya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.
Mengembangkan daerah kajian teknologi promosi kesehatan tepat guna dalam penanggulangan PTM.
Indikator
Untuk mengetahui sampai seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan strategi penanggulangan PTM, ada beberapa patokan yang dapat dipergunakan untuk monitoring dan evaluasi melalui system pencatatan dan pelaporan kegiatan pencegahan dan penanggulangan PTM.
Indikator keberhasilan strategi promosi dan pencegahan PTM yaitu :
Indikator Umum
Menurunnya angka kematian (mortalitas) penderita PTM utama.
Menurunnya angka kesakitan (morbiditas) penderita PTM utama.
Menurunnya angka kecacatan (disabilitas) penderita PTM utama.
Menurunnya angka faktor risiko bersama PTM utama.
Indikator Khusus
Penurunan 3 faktor risiko utama PTM (merokok, kurang aktifitas fisik dan konsumsi rendah serat).
Penurunan proporsi penduduk yang mengalami obesitas, penyalahgunaan alcohol dan BBLR.
Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sector yang mendukung penanggulangan PTM.
Peningkatan bina suasana melalui kemitraan dalam pemberdayaan potensi masyarakat.
Tersedianya model-model intervensi yang efektif dalam promosi dan pencegahan PTM.
Peningkatan pelaksanaan promosi dan pencegahan di institusi pelayanan.
# Khitan Cegah Kena HIV
Kabar baik bagi pria-pria yang telah dikhitan. Para ahli sepakat khitan terbukti efektif menekan penularan HIV. Jika dilakukan di seluruh dunia, 2 juta infeksi baru HIV bisa dicegah.
"Dua penelitian terakhir malah berhenti lebih awal, karena menunjukkan keefektifan yang tinggi tentang khitan dibanding kelompok kontrol yang menolak dikhitan," jelas peneliti dari Universitas Illinois, Amerika Serikat, Richard Bailey, dalam Konferensi Masyarakat AIDS Internasional di Sydney, Australia.
Kesimpulan tersebut didapat setelah 3 penelitian yang diadakan di Afrika. Semua penelitian membuktikan keefektifan khitan untuk mencegah penularan HIV. Khitan bisa
menurunkan resiko penularan HIV hingga 60 %.
Jika khitan ini dilakukan di seluruh dunia, maka bisa mencegah 2 juta infeksi baru HIV dan 3 ratus ribu kematian di sub-Sahara Afrika selama 10 tahun.
Bailey dalam konferensi itu juga mengajak pemimpin negara berkembang untuk mempromosikan khitan kepada warga laki-lakinya. Namun dia menyadari bahwa itu tidak mudah, karena khitan bukan hanya praktik medis sederhana. Khitan telah identik dengan budaya, agama, dan kepercayaan tertentu.
"Untuk itu tidak mudah bagi menteri kesehatan atau politisi untuk menyebarkan perlunya khitan di negara yang tidak punya tradisi itu," kata Bailey.
Namun jika promosi pentingnya khitan ini tidak dimulai dari sekarang, akan lebih berbahaya untuk jangka panjang, karena semakin banyak yang akan terinfeksi HIV.
"Waktu yang tepat adalah sekarang,"
# Kegemukan Setelah Stop Merokok
Dapatkah berat badan meningkat apabila Kita stop merokok? Iya, kemungkinannya 4 dari 5 orang yang stop merokok mengalami kenaikan berat badan rata-rata sebesar 2-5 kg, namun demikian ada kabar baik untuk para yang stop merokok dan mengalami kenaikan berat badan. Dimana kenaikan berat badan tersebut selalu banyak usaha untuk dapat menurunkan kembali berat badannya ke berat normal, khususnya pada saat mereka selalu berpikir untuk berhenti merokok.
Tidak ada alasan bahwa dengan naiknya berat badan membuat alasan untuk meneruskan merokok. Dengan naiknya berat badan hingga 50 kg sama saja resikonya dengan merokok satu bungkus sehari, tutur Emily Rubin, RD, dari Institut Penyakit Digestif di Universitas Thomas Jefferson di Philadelpia .
Mengapa Para Stop Merokok Selalu Meningkat Berat Badannya?
Merokok berkembang dari gaya hidup dimana bila sepanjang hari merokok, biasanya akan jarang melakukan aktifitas makan dan olahraga. Tetapi memang benar bahwa merokok menjaga berat badan Anda dibawah normal.
Merokok Membakar Kalori.
Merokok meningkatkan frekuensi jantung dan meningkatkan metabolisme, ketika Anda berhenti merokok, kalori pembakaran menurun 100 kalori perhari. Setelah berhenti, dalam waktu berminggu-minggu atau bahkan bulanan, metabolisme Anda acapkali mengalami rebound.
Merokok Menekan Rasa Lapar
Nikotin meyebabkan liver mengeluarkan glikogen yang meningkatkan kadar gula darah dan menekan nafsu makan. Sampai Anda dapat menyesuaikan diri, berat badan Anda dapat meningkat setiap minggu.
Merokok Membuat Anda Merasa Nyaman
Nikotin dapat meningkatkan kadar dopamine di otak. (Zat kimia yang membuat rasa nyaman). Namun selagi Anda mengalami rasa nyaman, setengah paru-paru Anda mendidih. Anda bisa mendapatkan perasaan nyaman yang sama dengan menggantikannya dengan permen atau kue. Kalori tingginya menghasilkan efek yang sama. Namun demikian, Anda tidak harus mengganti rokok dengan makanan disaat berhenti merokok, semuanya ada di pengendalian pikiran.
Alkohol meningkatkan kadar dopamin juga dan studi menunjukkan bahwa penggunaan alkohol cenderung meningkat setelah mencoba berhenti. Mekanisme ini dapat menjelaskan mengapa bupropion (Zyban), suatu antidepresan yang bekerja seperti sistem dopamin pada otak, untuk membantu berhenti merokok.karena menghasilkan sensasi seperti pada saat merokok.
Merokok Mengumpulkan Selera Makan Anda.
Setelah Anda berhenti, makanan mulai rasa dan bau lebih baik, sehingga Anda mungkin menemukan diri Anda ingin makan lebih banyak.
Merokok dapat diandalkan ketika hal-hal lain tidak dapat diandalkan. Orang menggunakan rokok dan makanan sebagai cara untuk mengatasi kebosanan atau stres, atau sebagai gaya hidup.
Anda dapat memilih gaya hidup demikian, namun pastinya Anda sudah tahu konsekuensi derita kesehatan yang akan Anda dapatkan jika pilihan Anda kepada mempertahankan kebiasaan merokok
# Penyakit menular yang baru muncul (PMBM) atau emerging infectious diseases (EID
Penyakit menular yang baru muncul (PMBM) atau emerging infectious diseases (EID), mempunyai potensi menimbulkan wabah, kerugian ekonomi dan kekacauan sosial yang hebat. Ancaman tersebut sekitar 70% berasal dari penyakit hewan seperti SARS, NIPAH, Flu Burung dan lain-lain. Hal ini diperberat karena bangsa Indonesia, juga menghadapi penyakit menular bersumber binatang lainnya seperti Malaria, Demam berdarah, Filariasis (kaki gajah), Rabies dan penyakit menular langsung seperti Diare, Kecacingan, Kusta dll.
Hal itu disampaikan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH ketika membuka Rakernas Gerakan Nasional Peternak Sehat Ternak Sehat (PSTS) yang diselenggarakan Himpunan Masyarakat Peternak Unggas Lokal Indonesia ( HIMPULI), di Bogor (25/5). Raker diikuti sekitar 200 anggota HIMPULI dan dihadiri Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA.
Menurut Menkes, Kesehatan merupakan hak azasi setiap insan Indonesia dan pemenuhannya merupakan tanggung jawab negara untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat.
“Seluruh masyarakat termasuk peternak unggas, perlu dilindungi dari berbagai penyakit terutama penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pandemi. Demikian pula kecelakaan di tempat kerja yang dapat timbul akibat proses kerja, alat kerja, lingkungan kerja, cara kerja yang tidak aman dan gaya hidup yang tidak sehat”, ujar Menkes.
Oleh karena itu upaya pelayanan kesehatan masyarakat, upaya penyehatan lingkungan yang telah ada di masyarakat dan upaya kesehatan terhadap ternak masyarakat yang merupakan sumber pendapatan keluarga dan ketahanan keluarga perlu dipadukan dan didorong dengan pendekatan upaya pemberdayaan masyarakat (self reliance approach), kata dr. Endang Rahayu.
Menurut Menkes, pengembangan Desa Siaga dengan kegiatan “Peternak Sehat Ternak Sehat” merupakan model upaya strategis terobosan kegiatan keterpaduan kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan kesehatan ternak di Desa sesuai dengan kebutuhan masyakat melalui pendekatan pemberdayaan masyakat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat dan bantuan pemerintah.
Berkaitan dengan hal itu, Menkes menyambut baik Gerakan Peternak Sehat Ternak Sehat (GPSTS) yang merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Kemeterian Pertanian dan HIMPULI serta sektor lainnya. ”GPSTS merupakan terobosan baru yang harus terus diperluas cakupannya ke seluruh Indonesia. Gerakan ini juga merupakan pelaksanaan konsep Satu Kesehatan untuk Indonesia sebagai bagian dari One World One Health “, ujar Menkes.
Tujuan Gerakan Nasional Peternak Sehat Ternak Sehat yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatnya produktivitas ternak. Dengan tujuan khusus mewujudkan peternakan unggas yang sehat sesuai dengan cara beternak unggas yang baik (Good Farming Practices/GFP) dan memenuhi syarat kesehatan masyarakat. Juga mewujudkan lingkungan pemukiman yang sehat, serta terselenggaranya penanganan produk hewan yang higienis.
Menurut Menkes, PSTS merupakan gerakan promosi kesehatan, kebersihan perorangan dan PHBS; deteksi dini dan respon cepat pada penyakit yang dapat menimbulkan wabah; pemberdayaan masyarakat peternak di bidang kesehatan dan UKBM; penyehatan lingkungan serta penyelamatan aspek biologis (Biosafety) dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatnya produktivitas ternak.
Menkes menyebutkan, dari 231,83 juta jiwa penduduk Indonesia (BPS, 2009), 45.24% (104,87 juta jiwa) adalah pekerja. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (46%), perdagangan (19%), industri (12%) dan lain lain. Sektor pertanian terdiri dari petani, nelayan, peternak dan sebagainya. Pekerja yang bergerak disektor peternakan unggas (ayam, itik dan lain-lain) menca pai 5 juta terdiri dari peternak unggas formal dan non formal yang tersebar di desa-desa.
“Kita ketahui, unggas air termasuk itik/bebek merupakan “carrier” dan sumber penularan Flu Burung pada unggas dan manusia,” terang Menkes.
Menurut hasil penyelidikan epidemiologi, faktor risiko penularan flu burung kepada manusia 47,% disebabkan karena kontak langsung dengan unggas mati mendadak. 41% karena kontak dengan lingkungan tercemar. 2% disebabkan karena pupuk dan 10 % belum diketahui. Hal ini disebabkan karena kurang pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), adanya pemeliharaan unggas yang dilepas dihalaman rumah (back yard farming) atau pengandangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti kandang di dalam rumah, menempel pada rumah atau dilingkungan pemukiman masyarakat.
Di dunia saat ini, selain beredar virus influenza musiman, bersirkulasi pula virus Influenza A Baru (H1N1) yang pernah menimbulkan pandemi tahun 2009 dan virus H5N1 yang terdapat di Mesir, China, Vietnam dan Indonesia.
“WHO dan masyarakat dunia mengkhawatirkan kemungkinan lahirnya virus influenza baru dari hasil perubahan genetik maupun melalui percampuran genetik dari 2 virus atau lebih (reassortment). Virus ini kemungkinan dapat menimbulkan wabah di banyak negara di dunia (pandemi),” papar Menkes
Gambar game ayodance
Ayodance Avatar Legend Couple
Gambar Game Ayodance Avatar Lv 99
ini avatar cowo lv 99 di Game ayodance
Gambar Game Ayodance Avatar Lv 99
ini Char Cewe d Game Ayodance Lv 99



